EkonomiNasional

Strategi Pemerintah RI Gapai Lifting Minyak 1 Juta Barrel Per Hari

Wajahriau.com – Pemerintah RI optimistis gapai  target lifting minyak sebesar 1 juta barrel minyak per hari (bph) pada tahun 2030. Padahal, untuk saat ini realisasi lifting minyak baru mencapai sekitar 700.000 bph.

Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan, saat ini masih terdapat 68 dari 128
cekungan yang berpotensi mengandung minyak dan gas bumi (migas) yang belum di eksplorasi.

Saat ini, cekungan tersebut sudah dalam perencanaan, sehingga dalam waktu beberapa tahun mendatang bisa
memiliki data migas yang akurat, yang dapat menjadi daya tarik investor menanamkan investasinya.

“Kami memang punya program jangka panjang supaya bisa merecover kembali target produksi, target lifting kita.
Kami sudah punya program sebetulnya di mana tahun 2030 nantinya kita harus bisa menghasilkan produksi minyak 1 juta barrel per hari,” terang  Arifin, dalam keterangan tertulis yang juga dikutip Kompas, Jakarta, Rabu (16/9/2020).

“Kami juga mengantisipasi bahwa rencana untuk melelang 12 wilayah kerja baru, harus kita sesuaikan dulu
jadwalnya, karena daya tarik bisnis menurun, harga minyak menurun, tentu investasi harus dilakukan penyesuaian,” lanjut Arifin.

Starategi Pemerintah RI Gapai Lifting 30 Juta Barrel Per hari

Strategi Pemerintah RI gapai target 1 juta bph pada tahun 2030 yakni meliputi mengedepankan strategi
eksplorasi yang masif dan intensif, mendorong dan mengkampanyekan penerapan enhanced oil recovery (EOR) di lapangan mature, dan mengakselerasi monetisasi proyek-proyek utama, sehingga mempercepat potensi sumberdaya menjadi lifting.

Dalam rangka merealisasikan peningkatan produksi migas di masa mendatang, SKK Migas dan kontraktor migas
berkomitmen untuk meningkatkan kegiatan eksplorasi, salah satunya adalah pelaksanaan survei seismik 2D terbesar di Asia Pasifik melalui

Komitmen Kerja Pasti Wilayah Kerja Jambi Merang yang saat ini sudah mencapai 23.705 km atau sebesar 79 persen dari target 30.000 km yang akan selesai pada bulan Juli 2020.

Pelaksanaan survei seismik tersebut melewati area yang berpotensi menjadi penemuan besar (giant discovery),
sebagai salah satu langkah SKK Migas untuk menemukan wilayah kerja migas baru untuk menopang produksi migas yang berkelanjutan.

Editor : Fadlil Rahman

Tags
Menampilkan lebih banyak

Artikel terkait

Back to top button
Close
Close