Hukrim

Dari Riau Pengiriman Paket Sabu 131 Kg Digagalkan Polisi

Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Selatan menggalkan pengiriman paket sabu seberat 131 kilogram yang dibawa dari Riau.

Kasat Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Vivick Tjangkung mengatakan narkotika tersebut dibawa menggunakan truk batu bata dari Riau oleh orang yang berbeda dan tidak saling kenal satu sama lain.

Dua tersangka berinisial AP dan HG yang terakhir membawa truk batu bata dikendalikan oleh pelaku utama berinisal S.

“Mereka tak tahu (pengantar truk di Ciputat). Dia hanya mengambil truk di Ciputat Raya, pindahkan ke Cipulir. Dia nggak tahu mobil dari mana. Inikan sistem putus semua. Dia juga ngga kenal sama antar barang” kata Vivick di Mapolres Jakarta Selatan, Senin (03/08/2020).

Vivick menjelaskan, truk batu bata berisi sabu tersebut berasal dari Riau dan melintasi jalur Riau, Palembang, Lampung, Merak, dan Jakarta. Polisi mengenali truk tersebut dari plat nomor truk BN 9221 OU.

“Orangnya beda. Jadi putus – putus. Jadi Riau kan orang beda. Dia (dua tersangka) orang Cipulir. Ini sistem putus semua. Bisa jadi barangnya sudah ke mana – mana. Caranya sama, kan bisa jadi” jelasnya.

Tersangka AP dan HG ditangkap di Komplek Lemigas, Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta pada Kamis (30/07/2020) sekitar pukul 01.00 WIB.

AP dan HG ditangkap saat menunggu seseorang yang diperintahkan oleh S untuk mengambil truk batu bata berisi sabu.

“Jadi dia (dua tersangka) menunggu” ujar Vivick.

Komunikasi antar pengirim juga menggunakan nomor yang tak diketahui oleh penerima. Narkotia sabu seberat 131 kilogram diselundupkan dengan modus operandi pengiriman batu bata menggunakan truk.

Para pengedar menaruh paket sabu yang dikemas dalam plastik berwarna silver dibalik batu bata untuk mengelabui polisi.

Pengungkapan kasus peredaran nakotika jenis sabu merupakan pengembangan atas kasus sebelumnya selama tiga bulan.

Atas pebuatan para tersangka, polisi menjerat dengan pasal 114 ayat (2) sub pasal 112 ayat (2) jo 132 ayat (1) Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009.

Menampilkan lebih banyak

Artikel terkait

Back to top button
Close
Close