DaerahHukrimRiau

Buronan Kasus Korupsi Kejati Maluku Ditangkap Di Riau

Wajahriau.com – Buronan kasus korupsi proyek runaway Bandara Moa, Tiakur, Maluku Barat Daya (MBD) diciduk di Riau, Selasa (21/10/2020) malam.

Sunarko berhasil ditangkap Tim Intelijen Kejaksaan Agung bersama Tim Kejati Maluku dan Kejari Pekanbaru, Riau di sebuah hotel di Kota Pekanbaru, Riau.

Diketahui, Sunarko merupakan terpidana DPO tindakpidana korupsi Pembangunan Konstruksi Runway Bandara Moa Tiakur dalam APBD Kabupaten Maluku Barat Daya tahun 2012.

Direktur PT. Bima Prima Taruna ini berusia 70 tahun ditangkap Berdasarkan Putusan Mahkamah Agung RI Nomor : 903 K/PID.SUS/2019 tanggal 23 Mei 2019.

Serta Surat Perintah Pelaksanaan Putusan Pengadilan (P-48) Kepala Kejaksaan Negeri Tual Nomor : Print-126/Q.1.12/Fuh.3/04/2020 Tanggal 21 April 2020 dalam Perkara Tindakan Pidana Korupsi Pembangunan Konstruksi Runway Bandara Moa Tiakur dalam APBD MBD tahun 2012.

Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas Kejaksaan Tinggi Maluku, Samy Sapulette mengakui adanya penangkapan tersebut.

Namun menurutnya hingga kini belum ada informasi yang disampaikan tim Kejagung terkait berapa lama Sunarko masuk daftar DPO dan berapa tahun vonis yang dijatuhkan MA.

“Iya benar, tapi Kejati Maluku masih menunggu informasi dari Kejagung,” jelasnya kepada wartawan di kantor Kejati Maluku, Rabu (21/10/2020).

“Yang jelas dia ditangkap di Riau,” tambah dia.

Informasi tambahan, Sunarko mengerjakan pembangunan konstruksi runway Bandara Moa Tiakur dengan APBD Kabupaten MBD Tahun Anggaran 2012 senilai Rp 19 miliar.

Pengerjaan itu berujung tindak pidana korupsi dengan kerugian mencapai Rp 3,1 miliar.

Majelis Hakim Tindak Pidana Korupsi Ambon diketuai Jimmy Wally, didampingi Ronny Felix Wuisan dan Hery Leliantono selaku hakim anggota memvonis Sunarko penjara empat tahun penjara serta denda Rp 200 juta, subsider dua bulan penjara.

Menampilkan lebih banyak

Artikel terkait

Back to top button
Close
Close