HukrimKampar

Bringas, Oknum Ormas Pemuda Pancasila Desa Karya Indah Serang Pondok Pesantren

Tindakan yang sangat tidak terpuji dilakukan oleh oknum dari ormas Pemuda Pancasila Desa Karya Indah Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, yang secara membabi buta tega melakukan penganiayaan terhadap seorang Ustad (guru ngaji) yang kala itu sedang melakukan kegiatan mengajar ngaji dekat masjid di Ponpes Tahfiz Darul Mukhlasin yang beroperasi di wilayah Desa Karya Indah.

Ponpes yang dibangun khusus untuk anak-anak yatim dan kaum Du’afa tersebut sempat heboh oleh kejadian penganiayaan yang dilakukan oleh (A) dan rekannya tersebut.

Akibat dari kejadian itu, korban seorang Ustad mengalami sejumlah luka akibat dianiaya oleh A yang kala itu mengaku sebagai pimpinan organisasi masyarakat (ormas) Pemuda Pancasila (PP) di wilayah Desa Karya Indah itu.

perihal ini ceritakan oleh rekan korban (S) yang mengatakan bahwa peristiwa tersebut terjadi berawal dari laporan anak pelaku yang mengaku kepada orang tuanya (A) bahwa ia telah dipukul oleh korban yang akhirnya kebelakangan diketahui ternyata cerita si anak tersebut tidak benar.

“Setelah ditelusuri ternyata anak pelaku itu bohong. Mana mungkin ustad melakukan hal itu,” katanya Senin (09/11).

(S) juga menjelaskan, waktu itu pelaku bersama beberapa rekannya datang dengan beringas, masuk masjid tampa membuka sepatu, serta mendobrak pondok putri yang kala itu membuat ustazah serta santriwati yang lain menjadi sangat ketakutan.

“Perlakuan mereka ini sangat ganas dan arogan, mereka masuk masjid, pakai sepatu, sajadah dipijak-pijak,” terangnya.

“Ustadnya (korban) dipukul pakai rotan dan menarik jenggot ustadz dan pelaku bilang apa yang dibanggakan dari janggut panjang ini,” sambungnya lagi.

Diketahui korban yang tubuhnya mungil itu tak sanggup berbuat apa- apa, apalagi melawan 2 orang sekaligus karena yang melakukan penganiayaan itu dua orang, selebihnya rekan pelaku yang lain hanya menonton serta menyaksikan aksi kedua pelaku di lokasi kejadian.

Diketahui, A dan lima orang rekannya datang menggunakan tiga mobil kala itu. Kedatangan mereka sontak membuat takut warga pondok pesantren itu.

Saat dikonfirmasi, Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Riau Kombes Pol Zain Dwi Nugroho, telah membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan dugaan penganiayaan tersebut dan akan segera memprosesnya.

Menampilkan lebih banyak

Artikel terkait

Back to top button
Close
Close