Waspada, Enam Penyakit Ini Dapat Tertular dari Gigitan Nyamuk!

Demam berdarah dengue (DBD) mungkin adalah yang pertama kali terlintas di benak Anda ketika membicarakan soal penyakit menular lewat gigitan nyamuk. Tapi bukan cuma dbd, lho, penyakit di Indonesia yang bisa menular lewat perantara nyamuk nakal.

Dilansir dari Hellosehat.com, Berikut adalah beberapa penyakit di Indonesia yang menular lewat gigitan nyamuk, selain demam berdarah:

Chikungunya

Chikungunya adalah penyakit yang ditularkan lewat gigitan nyamuk Aedes aegypti. Ciri-ciri jika Anda terserang penyakit lewat nyamuk ini sebetulnya mirip dengan gejala DBD, mulai dari demam, menggigil, sakit kepala, dan bintik kemerahan yang menyebar di kulit. Tapi umumnya, yang membedakan adalah adanya rasa nyeri di persendian tubuh. Orang yang sakit chikungunya lebih rentan mengalami nyeri sendi di bagian lutut dan siku.

Demam kuning

Selain chikungunya, ada pula yellow fever atau biasa dikenal sebagai demam kuning. Penyakit ini biasanya dibawa dan ditularkan oleh spesies nyamuk Aedes atau Haemagogus. Biasanya, orang yang terkena demam kuning akan merasakan demam, sakit kepala, dan nyeri otot.

Setelah Anda digigit nyamuk, lama-lama infeksi akan menyebabkan kulit berubah warna kuning dan beberapa organ tubuh gagal berfungsi. Penyakit ini bisa dicegah dengan cara vaksin di rumah sakit ataupun di lembaga kesehatan pemerintah.

Malaria

Malaria adalah sebagai penyakit berbahaya yang disebabkan oleh parasit dari nyamuk Anopheles. Jika Anda digigit nyamuk Anopheles betina yang terinfeksi, parasit Plasmodium penyebab malaria dapat dilepaskan ke dalam aliran darah Anda. Infeksi gigitan nyamuk ini kemudian menyebabkan tubuh terus menggigil dan muncul demam yang umumnya berlangsung selama 2-3 hari. Jika berkembang parah tanpa diobati, malaria dapat menyebabkan koma.

Kaki Gajah

Penyakit kaki gajah atau filariasis adalah penyakit yang disebabkan oleh tiga spesies cacing filaria seperti Wuchereria bancrofti, Brugia malayi, dan Brugia timori. Penyakit lewat nyamuk ini  yang ditularkan oleh semua jenis nyamuk seperti Culex, Anopheles, Mansonia, dan Aedes.

Penyakit kaki gajah bisa berlangsung dalam waktu yang lama, bahkan hingga bertahun-tahun. Jika tak segera diobati, infeksi gigitan nyamuk ini dapat menyebabkan demam, pembengkakan kelenjar getah bening, hingga tungkai kaki, lengan, buah dada, dan buah zakar yang ikut membengkak dan terlihat agak kemerahan serta terasa panas.

Zika

Beberapa tahun belakangan ini, dunia digemparkan oleh virus zika yang menular lewat gigitan nyamuk Aedes aegepty. Virus zika sendiri bukan merupakan sebuah penyakit yang baru. Virus ini pertama kali ditemukan di Nigeria pada 1953.

Hanya 1 dari 5 orang yang terinfeksi Zika menunjukkan gejala, antara lain: demam, kulit berbintik merah, sakit kepala, nyeri sendi, nyeri otot, sakit kepala, kelemahan, dan terjadi peradangan konjungtiva. Pada beberapa kasus zika dilaporkan terjadi gangguan saraf dan komplikasi autoimun.

Beberapa laporan kasus menyatakan virus zika bisa ditularkan dari ibu ke janin dalam kandungan, atau lewat hubungan seksual. Zika dapat menyebabkan cacat lahir pada janin, seperti mikrosepalus (kepala bayi lebih kecil daripada ukuran tubuh akibat kelainan saraf).

Japanese encephalitis

Japanese encephalitis adalah penyakit radang otak akibat virus golongan flavivirus yang menular lewat gigitan nyamuk Culex, terutama Culex tritaeniorhynchus. Kejadian penyakit japanese encephalitis pada manusia biasanya meningkat pada musim penghujan.

Sebagian besar penderita japanese encephaltiis hanya menunjukkan gejala yang ringan atau bahkan tidak bergejala sama sekali. Gejala dapat muncul 5-15 hari setelah gigitan nyamuk yang terinfeksi virus. Gejala awal yang muncul dapat  berupa demam, menggigil, sakit kepala, lemah, mual, dan muntah. Pada anak, infeksi Japanese encephalitis umumnya menyebabkan kejang. Jika tidak cepat-cepat ditangani, infeksi gigitan nyamuk ini dapat menyebabkan kematian.

Menarik Lainnya Dari penulis yang sama