Warga Kesalkan Sikap Pengelola Ambulan Milik Desa yang Terkesan Seperti Milik Pribadi

Warga desa pinggir kecamatan pinggir mengeluhkan dan kecewa dengan sikap pengelola ambulan yang diberikan kepercayaan oleh pemerintah kota Kabupaten Bengkalis untuk menjalankan dan memamfaatkan ambulan bantuan dari pemerintah kota  sesuai dengan fungsi dan mamfaatnya.

Hal ini berawal ketika ada masyarakat yang hendak mengunakan ambulance tersebut dan meminta bantuan kepada pihak pengelola untuk membawa salah satu pasien yang terlibat insiden kecelakan di jalan Dahlia desa pinggir untuk di rujuk ke RSUD Mandau pada hari Kamis, (31/10) lalu.

Bukannya mendapat tindakan, warga malah dipersulit oleh pengelola ambulan bantuan tersebut dengan berbagai dalih dan alasan. Hal ini di sampaikan oleh salah seorang warga pinggir Yuriadi kepada wartawan pada hari  Jumat, (1/11) kemari.

“Karna sopir nya itu gak bisa, ya sudah saya katakan Pak Rt itu bisa supir kita minta tolong sama dia saja. Jawaban sopir nya ini seakan-akan ambulan itu milik pribadi. Ooo gak bisa sopirnya ambulan itu saya. Tapi coba tanya lah dulu sama sekdes.” Kata Yuriadi saat mempratekan ucapan sopir ambulan tersebut.

Warga menyayangkan bahwa seolah-olah ambulance bantuan pemerintah tersebut seperti milik pribadi pihak pengelola, terkesan hanya mau dipakai untuk orang-orang tertentu sahaja. Masyarakat minta kepada pihak terkait terutama dengan pemkab bengkalis untuk bersikap tegas terhadap hal yang seperti ini.

Menarik Lainnya Dari penulis yang sama