Tuntut Haknya Sebagai Karyawan, Seorang Guru SD Milik PT Palma Satu Inhu Di Non Aktifkan Sepihak

Sungguh sebuah keputusan yang  tidak pantas diterima oleh Zul Ishak, seorang karyawan guru yang telah enam tahun mengabdi untuk mencerdaskan anak bangsa di SD swasta milik PT Palma Satu, anak perusahaan Duta Palma Grup yang terletak di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu). Zul kini  tak lagi dapat melaksanakan proses belajar mengajar seperti biasanya.

Hal ini di karenakan kritik mengenai kebijakan perusahaan yang ia lontarkan kepada perusahaan beberapa waktu yang lalu. Ia malah dipindah tugaskan menjadi buruh tebas semak kawasan PT Palma Satu. Prihal ini disampaikan Zul Ishak kepada awak media, Senin (23/12).

Enam tahun sudah saya mengabdi dengan mengajar di SD PT.Palma Satu, namun akibat saya membuat status di Medsos karena hak-hak saya seperti gaji sering terlambat dibayarkan. Perusahaan memindahkan saya menjadi buruh tebas di kebun sawit,” ujarnya.

Zul mengungkapkan bahwa Pemindahan status nya dari guru menjadi buruh tebas di kebun sawit memang  tampa sepengetahuannya dan juga tidak dituangkan dalam putusan yang dikeluarkan PT. Palma Satu pada tanggal 05 Desember 2019 yang lalu.

“Dalam surat keputusan yang dikeluarkan PT. Palma Satu itu memang tidak disebutkan saya dipindahkan kemana, namun sejak 1 Desember 2019 saya dipindahkan ke kebun menjadi buruh tebas. Padahal sebelum surat keputusan itu dikeluarkan, saya sudah dipanggil managemen untuk klarifikasi dan diminta menghapus status saya di Medsos. Permintaan itu sudah saya penuhi dengan menghapus status tersebut,” ungkapnya lagi.

“Kalau seperti ini kebijakan perusahaan terhadap karyawan tanpa ada kesepakatan kedua belah pihak, sama saja secara tak langsung menyuruh saya mengundurkan diri, agar pihak manajemen terhindar dari membayar pesangon. Apabila saya tak ditempatkan sebagai guru lagi, saya minta pihak perusahaan agar mengeluarkan hak-hak (pesangon) saya selama enam tahun,” sambung Zul.

Menyikapi keputusan PT. Palma Satu yang memutasi secara sepihak dirinya dari seorang guru menjadi buruh tebas kebun sawit, Zul Ishak berharap bahwa permasalahan ini dapat ditanggapi oleh pihak pemerintah setempat maupun pemerintah Provinsi terkait hak-haknya sebagai guru dan juga karyawan swasta. Ia juga berharap supaya perihal serupa tidak terjadi kepada karyawan-karyawan yang lain.

Menarik Lainnya Dari penulis yang sama