Terungkap, Mengapa Penabrak Pengguna GrabWheels Hingga Tewas Tidak Ditahan Polisi?

Misteri identitas dari pelaku penabrak pengguna GrabWheels hingga tewas di kawasan Senayan pada Ahad lalu mulai terkuak. Hal ini sekaligus menjawab mengapa polisi tidak melakukan penahanan tarhadap pelaku penabrak pengguna GrabWheels hingga tewas beberapa waktu lalu.

Sebelumnya Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Fahri Siregar mengatakan bahwa pihak kepolisian tidak menahan pelaku penabrakan dikarnakan sikap koperatif yang ditunjukkan oleh pelaku.

“Bukan dilepas, ya, tapi setelah kita BAP dan kita tetapkan sebagai tersangka, penyidik menilai bahwa tidak perlu dilakukan penahanan dikarenakan penyidik menilai bahwa tersangka kooperatif,  AKBP Fahri Siregar kepada wartawan ” Kamis (14/11).

Namun saying, belakangan diketahui bahwa, dugaan adanya hubungan pelaku penabrakan dengan keluarga pejabat dalam kasus ini sudah tercium sejak awal melalui keluarga korban. Ammar NTdan  Alan Darmasaputra, kakak korban menyebut bahwa pelaku penabrakan adalah keluarga pejabat TNI.

“Pelaku menabrak membabi buta dalam keadaan mabuk. Dan sepertinya orang tua pelaku orang berpangkat, karena dapat informasi omnya adalah TNI,” cuit Alan pada Rabu kemarin.

Keluarga korban lainnya, Nita Lutfi Andari juga menyebutkan bahwa pelaku adalah keluarga anggota DPD RI. Bahkan ia pun meminta perhatian khusus mengenai kasus ini dari berbagai pihak LBH, presenter Najwa Sihab, dan bahkan pengacara kondang Hotman Paris melalui cuitannya.

“Dear @LBH_Jakarta @NajwaShihab @hotmanParis kasus ini ada cacat hukum. Mengingat tersangka adalah salah satu keluarga pejabat DPD! Please twitter do your magic again. Cacat hukum tidak bs di biarkan,” cuit Nita beberapa jam lalu.

Keterangan lain mengenai identitas pelaku juga didapatkan dari salah satu korban yang selamat,Fajar Wicaksono, ia menyatakan bahwa pelaku merupakan anak dari Anggota DPD RI Emma Yohana. Karna menurutnya Emma, sempat menemui korban saat masih dirawat di Rumah Sakit Mintoharjo, Jakarta Pusat usai insiden itu.

“Bu Emma ini janji bakal lakukan yang terbaik untuk para korban. Bilang mau tanggung jawab lah dia,” ujar Fajar saat dihubungi dihubungi,Kamis,( 14/11).

Berdasarkan penelusuran wartawan, Emma memiliki anak yang bernama Dhanni Hariyona dan ini sangat cocok dengan inisial DH yang disebut polisi. Dhanni adalah anak dari pernikahan Emma dengan Hariadi.

Hariadi merupakan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Persatuan Pembangunan (DPW PPP) Sumatera Barat. Sementara Emma merupakan dari Anggota Dewan Perwakilan Daerah RI dari daerah pemilihan Sumatera Barat. Emma menjadi anggota DPD RI sejak periode 2009-2014.

Dhanni sendiri merupakan seorang pengusaha. Dia disebut menjabat sebagai General Manager Plaza Bukittinggi, Sumatera Barat. Dia juga tercatat sebagai Wakil Ketua Umum Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Sumatera Barat.

Sebelumnya polisi berusaha untuk menutup rapat identitas Dhanni. Kepala Subdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya Komisaris Fahri Siregar menyatakan tak bisa membuka identitas pelaku karena alasan privasi.

“Maaf, kami tidak bisa membuka data privasi seseorang,” ujar Fahri saat dihubungi wartawan, Kamis (14/11).

Dhanni mengaku sempat menghentikan kendaraannya dan turun untuk menolong korban. Namun berdasarkan cerita korban yang selamat hal itu tak benar. Wulan, salah satu korban, menyatakan bahwa Dhanni hanya menghentikan kendaraannya untuk menyingkirkan tubuh Bagus, korban lainnya, yang sempat tersangkut di kap mesin mobil Toyota Camry yang digunakannya tersebut.

Menarik Lainnya Dari penulis yang sama