Terkesan Spele, Alat Pemantau Suhu Untuk Antisipasi Covid – 19 Pelabuhan Internasional BSSR Selatbaru Tidak Di Operasikan Dengan Dalih Belum Memiliki Ruangan Khusus

Maraknya berita terkait penyebaran virus corona atau covid-19 di seluruh wilayah Indonesia, berbagai intruksi dan peringatan Darurat virus corona atau covid-19 telah dikeluarkankan oleh pemerintah pusat maupun daerah untuk mencegah terjadinya penyebaran virus corona atau covid-19. Bahkan, beberapa waktu yang lalu pemerintah juga telah mengintruksikan untuk meniadakan aktifitas belajar mengajar di tempat pendidikan maupun ditempat-tempat umum hingga saat ini.

Meskipun begitu, ternyata masih ada dibeberapa wilayah di provinsi Riau khususnya di daerah kabupaten Bengkalis, yang ternyata pelaksanaan antisipasi terhadap penyebaran virus corona atau covid-19  saat ini masih sangat minim dan bahkan belum dapat dikatakan layak sama sekali.

Bukan Tampa sebab, prihal ini dapat dilihat lansung di Pelabuhan Internasional Bandar Sri Setia Raja (BSSR) Selatbaru, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis dimana alat pemantau suhu penumpang atau thermal scanner yang telah disediakan dipelabuhan tersebut tak kunjung difungsikan dengan dalih bahwa alat tersebut harus disiapkan ruangan khusus terlebih dahulu.

Kepala bidang Kepelabuhan Hurri Agustianti berdalih bahwa pembangunan ruang khusus untuk penempatan alat pemantau suhu penumpang ini, diperkirakan luasnya 6×7 meter persegi dengan anggaran yang akan digunakan mencapai ratusan juta rupiah dan harus mengantongi SKKLB (surat keputusan kondisi luar biasa) dari kepala daerah terlebih dahulu.

“Alat itu sudah ada dan hanya tinggal dioperasikan. Namun karena ruangan khusus untuk alat itu tidak tersedia di pelabuhan maka belum bisa dipasang dan digunakan ke penumpang,” ungkap Kepala Bidang Kepelabuhanan Dishub, Hurri Agustrianti saat dimintai keterangan oleh wartawan di ruang kerjanya, Senin (16/3).

Diakui Hurri, pihaknya hanya menunggu arahan dan perintah karena anggarannya bersumber dari dana darurat.

“Kami masih menunggu perintah atau SKKLB dari kepala daerah, tetapi sampai sekarang belum ada. Kami harus mematuhi aturan yang ada,” lanjutnya lagi.

Hingga saat ini proses pemeriksaan keluar masuk penumpang dilakukan oleh  petugas dengan menggunakan alat pengecekan suhu menggunakan tangan.

Menarik Lainnya Dari penulis yang sama