Tampa Visi Dan Misi, Kapolri Baru Diharapkan Usut Tuntas Kasus Teror Terhadap Aparat Penegak Hukum KPK

Komisaris Jenderal Idham Aziz (Kapolri) telah selesai melaksanakan proses uji kelayakan dan kepatutan yang berlangsung sekitar 1 jam 30 menit di Komplek Parlemen, Senayan pada Rabu, kemarin, (30/10).

Dalam proses tersebut, Idham diminta untuk menyampaikan Visi dan Misi nya selama lebih kurang 30 menit. Namun sebuah hal yang mengejut disampaikan oleh mantan Kepala Badan Reserse Kriminal Kepolisian Republik Indonesia ini, Idham menyatakan bahwa ia tidak memiliki Visi dan Misi. Ia hanya menyampaikan beberapa program yang akan menjadi prioritasnya yaitu; mewujudkan sumber daya manusia (SDM) unggul, pemantapan harkamtibnas, penguatan gakum yang profesional dan berkeadilan, pemantapan manajemen media, penguatan sinergi polisi secara nasional, penataan kelembagaan, dan penguatan pengawasan.

“Berdasarkan arah kebijakan pemerintah yang menjadi acuan bagi arah kebijakan Polri, memperhatikan kebijakan Presiden RI dan direktif presiden saat pelantikan anggota kabinet, maka tidak ada visi dan misi yang saya ajukan,” ujar Idham Azis pada Rabu, kemaren, (30/10).

Disis lain banyak para pihak dan juga lembaga berharap kepada Idham Aziz supaya dapat menangani kasus-kasus penting yang sampai saat ini belum terselesaikan. Seperti menangani masalah serangan serta teror yang menyasar pimpinan dan pegawai lembaga anti rasuah indonesia KPK. Sebagaimana disampaikan oleh  juru bicara KPK Febri Diansyah.

“Harapan dari KPK selain kerja sama antar lembaga penegak hukum lebih kuat, yang juga sangat penting adalah kita perlu secara serius menyikapi upaya-upaya serangan dan teror terhadap penegak hukum,” kata juru bicara KPK Febri Diansyah, di kantornya, Jakarta, Rabu, kemarin, (30/10).

KPK berharap terpilihnya Idham menjadi Kapolri bisa mendorong kasus teror terhadap aparat Hukum KPK ini secepatnya bisa diselesaikan. Tak hanya pelaku lapangannya saja, KPK berharap polisi juga menemukan dalang penyerangan. “Harapannya tentu juga sampai ke siapa yang menyuruh,” lanjut Febri.

Hal serupa juga disampaikan oleh Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW), Wana Alamsyah. Ia menilai Idham punya tanggung jawab untuk mengusut kasus Novel.

“Idham Azis punya tanggung jawab besar untuk menyelesaikan kasus tersebut,” kata peneliti ICW, Wana Alamsyah, kepada wartawan, hari ini, Kamis (31/10).

Wana menilai tak ada lagi hal yang merintangi kepolisian untuk mengusut kasus teror terhadap Novel Baswedan dan rekan-rekan anggota penegak hokum KPK lainnya.

Menarik Lainnya Dari penulis yang sama