Resiko Pembelian Obat Secara Online, IAI Minta Ketegasan Pemerintah

Dijual bebas serta tidak adanya ketegasan pemerintah terhadap kegiatan penjualan obat-obatan yang seharusnya hanya bisa dibeli dengan resep dokter Saat ini memang sangat memperihatinkan. Hal inilah yang menjadi perhatian oleh Ikatan Apoteker Indonesia (IAI).

Sekretaris Jenderal IAI, Noffendri Roestam mengatakan, permasalahan seperti ini dapat berisiko bagi kedua belah pihak, karena sampai saat ini penjualan obat secara online belum ada regulasi tegas dari pemerintah yang mengaturnya.

“Sebenarnya, dalam masalah penjualan obat secara online ini bisa berisiko, entah untuk pembeli atau pengusaha obatnya. Karena apa, ya karena belum ada aturan yang jelas, sebenarnya boleh atau tidak sih penjualan obat secara online ini dilakukan,” ungkapnya saat dihubungi Wartawan, Jumat kemarin, (15/11).

Menanggapi hal ini juga Noffendri berharap agar pemerintah dapat memberikan ketegasan mengenai aturan hukum serta regulasi yang jelas tentang maraknya penjualan obat secara online. Jika belum ada aturannya, penjualan obat ini stasusnya masih ilegal.

“Nah, karena belum ada aturan ini kan statusnya masih ilegal. Ini bisa berisiko mendapatkan obat kedaluwarsa ataupun obat palsu bahaya kan,” imbuhnya.

Menurutnya lagi, obat yang statusnya masih ilegal ini tidak bisa dijamin kualitas, keamanan, dan khasiatnya. Selain itu, bentuk penjualan melalui situs pelayanan kesehatan juga termasuk ilegal, karena belum ada kejelasan aturannya.

“Kita meminta pemerintah harus tegas menangani permasalahan ini. Segera buatkan peraturan terkait penjualan obat secara online ini, mana yang boleh dan yang tidak boleh. Kan sampai saat ini juga belum ada kan regulasi itu,” sambung Noffendri.

Menarik Lainnya Dari penulis yang sama