Pro Kontra Putusan MA, 7 Koruptor Pesohor Negeri Nikmati Potongan Masa Hukuman

Hakim Mahkamah Agung (MA) melakukan Pemotongan masa hukuman bagi para pelaku korupsi yang sempat menjadi pesohor negeri. Hal ini nantinya tentu akan menimbulkan bermacam reaksi dan pertanyaan dari masyarakat yang pro dan kontra terhadap keputusan para hakim mahkamah tertinggi ini. Berikut daftar para pelaku korupsi yang dipotong masa hukumannya oleh MA sebagaimana yang berhasil kami rangkum, Senin, (4/11).

1. M Sanusi

Mantan anggota DPRD DKI Jakarta, M Sanusi terbukti menerima suap Rp 2 miliar dari bos Agung Podomoro Land, Ariesman Widjaja. M Sanusi dijatuhi hukuman 7 tahun penjara. Jaksa tidak terima dan mengajukan banding. Hukuman Sanusi kemudian diperberat menjadi 10 tahun penjara. Duduk sebagai ketua majelis Daniel Dalle Pairunan, dengan anggota Humuntal Pane, Sri Anggarwati, Jeldi Ramadhan, dan Anthon Saragih. Vonis itu dikuatkan di tingkat kasasi. Tidak terima, Sanusi mengajukan PK dan dikabulkan. Duduk sebagai ketua majelis yaitu Prof Surya Jaya dengan anggota LL Hutagalung dan Eddy Army. Majelis Hakim yang terhormat kembaliu menurunkan hukuman M Sanusi jadi 7 tahun penjara.

2. Irman Gusman

Mantan Ketua DPD, terbukti korupsi mengurus impor gula. menerima suap dari Direktur CV Semesta Berjaya, Xaveriandy Sutanto dan Memi. Oleh PN Jakarta pusat, Irman dihukum 4,5 tahun penjara dan Putusan tersebut berkekuatan hukum tetap. Di tingkat PK, hakim agung Suhadi, Eddy Army dan Abdul Latief kembali memangkas masa hukuman tersebut menjadi 3 tahun penjara.

3. Patrialis Akbar

Mahkamah Agung (MA) mengabulkan permohonan peninjauan kembali (PK) mantan hakim konstitusi Patrialis Akbar. Patrialis terbukti ‘dagang’ perkara putusan MK. MA juga memangkas hukuman Patrialis dari 8 tahun penjara menjadi 7 tahun penjara. Duduk sebagai ketua majelis Andi Samsam Nganro dengan anggota LL Hutagalung dan Sri Murwahyuni.

4. Choel Mallarangeng

Mahkamah Agung (MA) memangkas hukuman Choel Mallarangeng dari 3,5 tahun menjadi 3 tahun penjara dalam kasus korupsi proyek Hambalang dengan alasan MA, Choel telah mengembalikan uang yang dikorupsinya sebesar Rp 7 miliar.

5. Panitera Korup, Tarmizi 

Mahkamah Agung (MA) juga melakukan pemangkasan hukuman bagi penitera pengganti (PP) Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) Tarmizi dari 4 tahun menjadi 3 tahun. Tarmizi terbukti menerima suap dari pengusaha Dirut PT Aquamarine Divindo Inspection, Yunus Nafik, lewat pengacara Ahmad Zaini. Duduk sebagai ketua majelis yaitu hakim agung Andi Samsan Nganro dengan anggota LL Hutagalung dan Sri Murwahyuni.

6. Koruptor Rp 132 M Tamin Sukardi

Mahkamah Agung (MA) turut memangkas masa hukuman pengusaha Tamin Sukardi dari 8 tahun penjara menjadi 5 tahun penjara. ia terbukti korupsi Rp 132 miliar. Bahkan, ia juga menyuap hakim agar divonis bebas di tingkat pertama. Perkara Nomor 1331 K/Pid.Sus/ 2019 tersebut diadili oleh Andi Samsan Nganro, Abdul Latif dan Leopold L. Hutagalung

7. OC Kaligis

Mahkamah Agung (MA) turut memangkas hukuman OC Kaligis dari 10 tahun penjara menjadi 7 tahun penjara. OC Kaligis terbukti menyuap Ketua Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Medan, Tripeni dkk.

Menarik Lainnya Dari penulis yang sama