Polisi Terapkan Rekayasa Lalu Lintas Sekitar Masjid Agung An-Nur Pekanbaru yang Bakal Padat saat Kedatangan Presiden RI Jokowi

Kedatangan Presiden Jokowi ke Pekanbaru cukup jadi pembicaraan yang hangat dan juga sudah diperkirakan akan terjadi kepadatan jalan saat kedatangan presiden tersbut, terutama disekitar jalan hangtuang dan gajah mada karena tempat tersebut salah satu jalur persinggahan presiden yaitu di Mesjid Annur.

Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Riau akan memberlakukan rekayasa lalu lintas, saat kunjungan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dan rombongan ke Pekanbaru, Rabu (8/5/2018) besok. Salah satu titik yang jadi fokus adalah ruas jalan seputaran Masjid Agung An-Nur.

Ini karena masjid kebanggaan masyarakat tersebut menjadi salah satu titik kunjungan Jokowi di Pekanbaru. Sementara ruas jalan lainnya yang menjadi rute tempuh Presiden RI akan diberlakukan buka-tutup, yang sifatnya sementara.

“Pemberlakukan rekayasa arus pasti ada, hanya untuk rute jalan yang dilewati (Presiden Jokowi, red). Jadi ditutup sementara saat lewat dan kembali dibuka setelahnya,” ungkap Direktur Lalu Lintas Polda Riau Kombes Rudi Sarifuddin kepada GoRiau.com.

Untuk ruas jalan sekitar Masjid Agung An-Nur yang menjadi salah satu tempat yang didatangi Jokowi, juga akan ditempatkan personel Lalu Lintas. Rudi mengimbau pengguna jalan, untuk dapat mencari jalur alternatif, kecuali bagi para jemaah yang hendak ke Masjid Agung An-Nur.

“Di sana (Seputaran Masjid Agung An-Nur, red) kan jalurnya pasti padat, bagi pengendara yang hanya ingin melintas saja, sebaiknya ambil jalur lain. Untuk ruas jalan lainnya, mungkin hanya diterapkan buka-tutup saja,” demikian disampaikan Rudi.

Pihaknya, terang Dirlantas Polda Riau, akan mengerahkan sekitar 300 Polantas yang disebar kesejumlah titik, yang menjadi rute perjalanan rombongan Presiden RI di Pekanbaru. Ini hanya berlangsung satu hari, karena rencananya Jokowi akan berkunjung ke Rohil.

“Khusus dari Ditlantas Polda Riau dan Satlantas Polresta Pekanbaru ada sebanyak 300 personel (Polantas), ditambah nanti dari Satker (Satuan Kerja, red) lainnya, jika ditotal keseluruhan sekitar hampir 1.000 personel,” pungkas Kombes Rudi.

Menarik Lainnya Dari penulis yang sama