Polemik Putusan Hakim Kasus First Travel, Korban Berharap Negara Mengembalikan Uang Mereka

Berharap keadilan, Korban kasus penggelapan dana yang dilakukan pihak First Travel kembali harus menelan pil pahit.

Hal inilah yang menjadi perhatian Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Maneger Nasution. Ia mengungkapkan bahwa hakim tidak berpihak dan tidak menimbang kerugian yang dialami korban dalam kasus First Travel ini. “Dalam kasus ini, perspektif  hakim juga kurang berpihak pada korban,” kata Maneger kepada wartawan, Jumat (15/11).

“Sudah ditipu, tidak jadi berangkat ibadah dan uangnya pun tidak kembali. Perspektif korban seharusnya lebih diutamakan,” lanjutnya.

Diketahui bahwa kasus penggelapan dana calon jamaah umroh  First Travel dinyatakan telah usai, dimana hakim telah menjatuhkan Vonis terhadap Bos First Travel Andika dan istrinya Anniesa masing-masing 20 tahun dan 18 tahun penjara serta Kiki Hasibuan selama 15 tahun penjara. Bukan keadilan yang di dapatkan mereka malah kembali harus menanggung kekecewaan oleh putusan Hakim, di mana uang mereka bukannya dikembalikan, uang itu malah dirampas untuk Negara berdasarkan putusan majelis hakim.

“Betul kasusnya diproses hukum dan ada pelaku yang dihukum. Tetapi, kerugian materi korban tidak dipertimbangkan,” kata Maneger lagi.

Maneger mengatakan, seharusnya kasus penggelapan uang jamaah umrah oleh First Travel hendak nya memiliki terobosan hukum atau skema khusus yang seharusnya mempertimbangkan kerugian korban. Ia juga mengatakan bahwa Negara tidak ada dirugikan sedikitpun dalam kasus ini.

“Negara yang tidak mengalami kerugian justru mendapatkan tambahan untuk kas negara. Sudah seharusnya terobosan hakim juga memikirkan kerugian yang dialami puluhan ribu korban,” pungkasnya.

Wakil Ketua LPSK berharap ke depan ada skema khusus yang disiapkan untuk mengantisipasi terulangnya kejadian tersebut agar korban tidak dalam posisi menderita.

Menarik Lainnya Dari penulis yang sama