Pemkab Kuansing Siap Gelar Festival Pacu Jalur

Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Provinsi Riau menggelar Festival Pacu Jalur (FPJ) mulai Rabu (23/8) hingga Minggu (27/8) di Tepian Narosa, Taluk Kuantan.

“Kami berharap tahun ini lebih meriah dari sebelumnya dan biasanya perantau pulang kampung untuk menyaksikan bersama warga Kuansing lainnya. ” kata Ermi dan Detri warga Teluk Kuantan, di Teluk Kuantan, Selasa (22/8/2017).

Pacu Jalur merupakan perlombaan mendayung di sungai dengan menggunakan sebuah perahu panjang yang terbuat dari kayu pohon. Panjang perahu ini bisa mencapai 25 hingga 40 meter dan lebar bagian tengah kira-kira 1,3 m – 1,5 m, dalam bahasa penduduk setempat, kata Jalur berarti Perahu.

Ada sekitar 120-an jalur yang akan berlomba menjadi tercepat dalam event tersebut. Ia menyatakan kemeriahan iven ini sudah menjadi seperti magnet dalam mendatangkan perantau, wisatawan lokal maupun nasional serta warga setempat.

Perayaan Festival pacu Jalur (FPJ) adalah seni budaya lokal yang sudah menasional dan menjadi destinasi. Kegiatan ini bisa mendatangkan ribuan hingga belasan ribu wisatawan.

“Kemeriahannya diakui oleh daerah lain, yang diyakini belum ada sehebat festival jalur. ” sebutnya.

Salah satu pedagang kelontongan di Kota Teluk Kuantan Yuni (56) mengatakan, pergelaran Festival Pacu jalur (FPJ) adalah suatu kesempatan bagi masyarakat lokal untuk menambah penghasilan keluarga karena saatnya untuk mengais rezeki dengan menjajakan berbagai kue khas daerah.

“Saya sendiri menjadi pedagang dadakan, akan menjual puluhan kue khas Kuansing. ” ujarnya.

Sebagai pedagang mengajak semua warga yang memiliki keahlian untuk memanfaatkan iven ini ajang menambah penghasilan keluarga.

Festival ini bernilai seni, dimana lomba pacu dengan beragam corak perahu yang digunakan, dikemudi oleh lebih dari dua puluhan atlet dalam satu perahu, hal ini tentunya memiliki keunikan sendiri.

Tokoh perempuan Kuansing Nariman Hadi mengatakan, suksesnya perayaan festival pacu jalur ini tidak terlepas dari dukungan pemerintah, masyarakat, peran swasta, promosi serta kontinuitas lomba.

“Festival seperti ini jarang ada di daerah lain dan ini yang menjadi nilai jual dalam mendatangkan wisatawan ke Kuansing. ” ujarnya.

Menarik Lainnya Dari penulis yang sama