Misteri Terror Penyerangan Pos Jaga Satpol PP Pemprov Riau

Setelah berhasil menggelar operasi penertiban sosial di sejumlah tempat dibeberapa wilayah di Pekanbaru, pada Selasa malam, (28/1), kemarin. Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Riau dikejutkan oleh peristiwa terror yang mengakibatkan Pos jaga Satpol PP Provinsi Riau di Jalan Letkol Hasan Basri, Kelurahan Cinta Raja, Kecamatan Lima Puluh dilempari Bom molotov oleh sejumlah orang tak dikenal, pada Rabu Malam, (29/1).

Atas kejadian ini, muncul berbagai spekulasi, apakah peristiwa pelemparan Molotov ini ada kaitannya dengan kegiatan penertiban sosial yang dilakukan di malam sebelumnya? Hal inilah yang masih menjadi misteri.

Kasatpol PP Riau, Zainal Saat ditanya oleh media, mengaku heran terkait pristiwa ini, karena menurut dia, pihaknya baik secara personal mau pun institusi, tidak ada yang memiliki persoalan dengan pihak mana pun.

“Kita tidak ada bermasalah dengam pihak mana pun. Jadi alasan pelemparan molotov itu, apa motifnya, kami pun tidak tahu,” kata Zainal, Rabu (29/1).

Ditempat terpisah, PLH Kasatpol PP Riau, Tengku Zul Effendi juga mengaku terkejut dengan adanya peristiwa pelemparan Molotov ini. Ia juga mengatakan bahwa kejadian ini sudah dilaporkan oleh pihaknya ke Mapolsek Lima Puluh.

“Kejadian itu sekitar pukul 20.10 WIB. Sudah kita laporkan ke Polsek Lima Puluh. Tidak ada yang terluka dan sekarang kita masih menunggu perkembangan penyelidikan dari kepolisian,” singkatnya.

Menurut Informasi Dari penyelidikan dan olah TKP yang dilakukan oleh pihak kepolisian, ditemukan bahwa pelaku pelemparan bom molotov tersebut mengendarai 2 sepeda motor dan saling berboncengan. Hal itu disampaikan langsung oleh Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, saat melakukan cek tempat kejadian perkara (TKP). Di TKP.

“Kita sudah cek TKP, kita temukan pecahan botol berisi bahan bakar yang disulutkan api. Sementara kita sudah dapat data-data awal melalui rekaman CCTV di TKP. Dari rekaman CCTV tersebut, yang kita lihat pelaku mengendarai dua sepeda motor dan saling berboncengan. Tapi yang melempar (bom molotov) satu orang. Ini masih kita dalami lebih lanjut,” ujarnya.

Atas peristiwa itu, Nandang  berharap kepada seluruh masyarakat, apabila mengetahui informasi mengenai pelaku agar segera melaporkannya ke polisi.

Menarik Lainnya Dari penulis yang sama