Menjaga Ritme Berpolitik Anak Muda, Bebaskan Mereka dari Korupsi

Berurutan dalam beberapa hari terakhir, lembaga lembaga survey kompak merilis hasil surveynya kepada media.Meski tidak ada perubahan signifikan pada hasil hasil sebelumnya, namun publikasi hasil survey yang dilakukan oleh lembaga Survey Indobarometer yang digawangi oleh Muhammad Qodari patut mendapat perhatian yang lebih. Qodari dalam temuan surveynya mengangkat tema pemimpin muda dan virus kepemimpinan anak muda di pentas dunia.

Menarik memang jika dicermati trend suksesi kepemimpinan dunia pada rentang waktu tiga tahun belakangan ini. Anak muda seperti mendapat tempat dalam pentas politik. Nama nama seperti Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau, Presiden Perancis Emmanuel Macron, Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern, Perdana Menteri Estonia, Juri Ratas dan banyak lainnya.

Di dalam negeri, trend publik ingin dipimpin oleh pemimpin muda juga sudah terlihat. Beberapa kepala daerah misalnya juga banyak yang terpilih pada Pilkada 2015 lalu berusia dibawah 35 tahun. Emil Dardak, Sutan Riska banyak nama lainnya adalah bukti bahwa menyerahkan tampuk kepemimpinan ke tangan anak anak muda bukan hal yang tabu dilakukan.

Kembali ke hasil survey yang dilakuka oleh beberapa lembaga, diketahui bahwa memang kontestasi Pilpres pada tahu 2019 yang akan datang tidak akan jauh berubah dari persaingan Joko Widodo melawan Prabowo Subianto. Namun, menariknya, nama nama baru juga muncul dari kalangan anak muda termasuk Agus Harimurti Yudhoyono, Anies Baswedan, Ridwan Kamil, Muhaimin Iskandar dan nama lainnya.

Hal ini seperti dikatakan Sekjend DPP Partai Demokrat, Hinca Pandjaitan, trend pemimpin muda di pentas dunia sepertinya juga diikuti oleh kalangan Indonesia.

Tidaklah sulit memang mencermati kecendrungan generasi milenial saat ini. Generasi gadget, dan generasi yang kadang disebut “Kids Jaman Now” tadinya cenderung menjauh dari isu politik karena maraknya pemberitaan korupsi yang dilakukan oleh politisi gaek kini beralih menjadi kelompok besar yang sangat melek politik.

Didukung kemajuan teknologi serta kemampuan berkomunikasi antar sesama membuat mereka menjadi lebih paham dan mau menerima politik dan menegaskan diri menjadi bagian dari perubahan itu.

Apalagi, jika generasi ini kemudian memiliki figur yang mereka sukai dan yakini bisa diandalkan. Trudeau, Macron dan Jacinda Ardern adalah virus positif itu. Tinggal bagaimana publik membawa trend itu ke Indonesia.

Tentu banyak sebab yang membuat mereka menyukai orang muda, pertama bebas dari aroma korupsi, kedua menjadi ikon perubahan dan mewakili aspirasi anak muda dan ketiga kehadiran para pemimpin muda membuat politik menjadi lebih segar dan tidak kaku. Politik tidak lagi cerita orang berdasi dan berjas mahal. Politik bahkan sudah menjadi isu sehari hari dan dinikmati dimana saja.

Hasil Survey beberapa lembaga peneitian juga memberikan sinyal ke arah itu. Kini, tinggal bagaimana merawat suara anak muda dan mempertahankan eksistensi mereka dipentas politik dan menjauhkan dari isu isu korupsi yang dibenci.

Penulis : Burhanuddin Khusairi
Sumber : Politiktoday.com

Menarik Lainnya Dari penulis yang sama