Masyarakat Papua Kecewa Kunjungan Jokowi Cuma Pencitraan Dan Tidak Bermanfaat

Masyarakat Papua merasa kecewa dan menilai kunjungan Presiden Jokowi ke daerah mereka hanya sebatas pencitraan serta tidak bermanfaat bagi masyarakat Papua.

Kunjungan yang dilakukan oleh Presiden itu justru terlihat seperti ingin menonjolkan agenda politik ekonomi yang merugikan masyarakat Papua.

Sekretaris Dewan Adat Wilayah Lapago, Engelbert Surabut menilai kunjungan Jokowi ke Papua tidak bermanfaat positif bagi rakyat Papua.

“Kunjungan Jokowi lebih banyak bicara pembangunan infrastruktur, tetapi siapa yang menikmati itu?” ujar Surabut di Jayapura, Senin kemarin (28/10).

Surabut menjelaskan bahwa selama ini pembangunan infrastruktur di Papua itu lebih menguntungkan kaum luar daripada warga Papua, kebanyakan orang asli Papua hanya menjadi penonton berbagai dampak ekonomi pembangunan infrastruktur di Papua.

“Orang asli yang menikmati pembangunan itu adalah sekelompok elite,” ujar Surabut lagi.

“Contoh kecil, jalan yang menghubungkan Wamena, ibukota Kabupaten Jayawijaya, dan Kota Jayapura. Orang migran yang punya modal besar akan menguasai arus pasokan barang dan jasa. Pasokan minuman beralkohol yang terus membunuh orang Papua juga bisa bertambah,” sambung Surabut.

Dihari yang sama Direktur Eksekutif Kantor United Liberation Movement for West Papua Markus Haluk ketika ditemui juga mengatakan, kunjungan itu hanya berorientasi kepada pembangunan infrastruktur, dan mengabaikan rasa keadilan orang Papua yang terluka akibat rasisme dan berbagai kekerasan yang terjadi di Surabaya pada 16 dan 17 Agustus 2019 yang lalu.

“Jokowi tidak bisa lagi terus menerus membangun pencitraan di Papua. Politik pembangunan ekonomi semata-mata bentuk nyata dari politik pendudukan Papua secara masif dan sistematis,” ungkap Haluk.

Haluk mengungkapkan, Jokowi seharusnya memahami kondisi dan aspirasi rakyat Papua yang selama dua bulan terakhir berjuang melawan politik rasisme Indonesia.

Menarik Lainnya Dari penulis yang sama