Kedaulatan Indonesia Kembali Dipertaruhkan, Melalui Natuna China Mulai Mengklaim Wilayah Indonesia

Indonesi Kembali melakukan Protes terhadap Republik Rakyat China Pada hari Senin (30/12), dengan memanggil Duta Besar Tiongkok Xiao Qian terkait puluhan perahu nelayan, termasuk dua kapal penjaga pantai China yang dengan semena-mena telah memasuki wilayah perairan Indonesia yang berlokasi di kepulauan Natuna Kepri (Kepulauan Riau) serta melanggar ketentuan ZEE (Zona Ekonomi Eksklusif) Indonesia belum lama ini.

Berharap adanya tanggapan baik dari pemerintah RRC, setelah beberapa hari berlansungnya protes tersebut, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RRC Geng Shuang malah balik mengancam dan membantah protes tersebut sekaligus menegaskan klaim mereka bahwa China patuh terhadap hukum nasional, dan mereka berhak berada di perairan Natuna.

“Posisi dan proposisi China mematuhi hukum internasional, termasuk UNCLOS (Konvensi AS tentang Hukum Laut),” katanya saat konferensi pers yang laksanakan di Beijing, pada Kamis lalu, (2/1).

“Jadi apakah pihak Indonesia menerimanya atau tidak,fakta objektif bahwa Tiongkok memilik hak dan kepentingan atas perairan yang relevan tidak bakal berubah,” tegas Geng Shuang seperti dikutip dari Radio Free Asia.

Geng juga mengecam Indonesia apabila menggunakan putusan pengadilan aribtrase Laut Cina Selatan untuk mengklaim kedaulatan perairan Natuna.

“China tegas menentang negara, organisasi atau individu mana pun yang menggunakan putusan arbitrase yang tidak sah untuk melukai kepentingan China,” katanya lagi.

“Apa yang disebut putusan arbitrase Laut Cina Selatan adalah ilegal, batal, dan tidak berlaku dan kami telah lama menegaskan, Tiongkok tidak menerima atau mengakuinya.” Tegasnya.

Pada 2016, Pengadilan Arbitrase Permanen di Den Haag memutuskan mendukung Filipina dalam pengaduannya terhadap Tiongkok, dengan mengatakan tidak ada dasar hukum bagi Beijing untuk mengklaim hak historis di laut. Terkait dengan hal-hal yang sedemikian, Rakyat Indonesia tentunya Berharap Kepastian dan ketegasan dari pemerintah Negara Indonesia dalam menangani hal-hal yang seperti ini. bukan hanya sekali, kejadian yang sedemikian rupa sudah berulang kali terjadi, dimana pihak Cina terus saja mengusik dan melakukan klaim terhadap wilayah di Indonesia terutama diwilayah perairan kepulauan Natuna.

Menarik Lainnya Dari penulis yang sama