Ini Sebabnya Lahan Dan Gedung SMA Negeri 2 Leuwidamar Di Segel Pemiliknya

Peristiwa penyegelan sekolah yang dilakukan oleh pemilik lahan kini kembali terjadi lagi. Ismail Karis  seorang Seorang warga Kampung/Desa Cisimeut Kabupaten Lebak, Banten terpaksa melakukan penyegelan terhadap dua ruang kelas dan satu ruang guru SMA Negeri 2 Leuwidamar pada Senin (4/11) yang lalu.

Ismail mengakui bahwa ia terpaksa melakukan penyegelan. Hal ini dikarnakan tidak adanya etikad baik dari Pemprov Banten yang sebelumnya telah ada perjanjian deal antara pemprov dengan ismail mengenai nilai tanah seluas 2.000 meter persegi yang kini telah dibangun gedung untuk tempat kegiatan belajar mengajar (KBM) tersebut.

“Dealnya itu Rp200 ribu/meter. Tapi belum juga dibayar. Ada pembayaran itupun dari pihak sekolah dengan cara dicicil. Yang keterima baru Rp 165 Juta,”kata Ismail ketika ditemui wartawan pada Rabu (6/11).

Ismail juga mengatakan bahwa mengenai persoalan ini sebenarnya bisa diselesaikan asal Pemprov Banten bersedia membangun lagi tiga ruang kelas di lahan tersebut, namun niat baiknya itu pun ternyata tidak mendapatkan tanggapan yang positif dari Pemprov Banten.

“Sebenarnya saya ikhlas enggak dibayar juga asal pemprov mau membangunkan tiga ruang kelas lagi di tanah itu,” kata ismail yang juga selaku Ketua Komite SMA Negeri 2 Leuwidamar ini.

Dari pantauan Wartawan mengenai kegiatan belajar mengajar saat ini tidak ada gangguan namun, Ruangan Sekolah terpaksa disekat supaya bisa digunakan.

Menarik Lainnya Dari penulis yang sama