Fakta Baru Terkait Peristiwa Ambruknya Atap SDN Gentong di Pasuruan Yang Memakan Korban

Potret dunia pendidikan di Indonesia kembali berduka atas peristiwa kejadian runtuhnya atap gedung SDN Gentong Pasuruan yang menyebabkan dua korban tewas dan 11 orang luka serius. peristiwa terjadi pukul 08.30 WIB, saat tidak ada angin dan hujan pada hari Selasa, (5/11).

Pihak kepolisian dari Kapolres Pasuruan Kota kini sedang melakukan penyelidikan terkait peristiwa runtuhnya atap sekolah ini.

Dari hasil penyelidikan sementara Kapolres Pasuruan Kota, AKBP Agus Sudaryatno, mengatakan runtuhnya atap sekolah yang baru saja selesai di renovasi pada tahun 2017 tersebut diduga karna tidak layaknya bahan konstruksi yang digunakan serta terkait rangka bangunan yang tidak sesuai spesifikasi .

“Kita melihat rangka bangunan tidak sesuai spesifikasi. Bangunan ini (atap) baru selesai 2017. Jadi baru 2 tahun sudah ambruk,” kata Agus kepada wartawan di lokasi kejadian, Selasa (5/11).

Menanggapi peristiwa ini, hal yang berbeda disampaikan oleh Kasi Pendidikan Dasar Diknas Kota Pasuruan, Firman. Menurut dia renovasi atap yang ambruk dilakukan 2013.

“2013 Direnovasi yang ambruk ini. Kalau bangunan gedung utamanya sudah sangat lama,” terang Firman.

Pihak Polisi kini sedang menunggu hasil olah TKP oleh tim Labfor Polda Jatim, yang saat ini masih berlangsung. Apabila ditemukan kejanggalan dan penyimpangan terkait renovasi gedung SDN Gentong Pasuruan ini maka pihak polisi akan melakukan tindakan tegas.

Menarik Lainnya Dari penulis yang sama