Drama RTRW Riau Hari Ini Sampai Ke Titik Pengesahan

Setelah dilakukan penundaan dua kali dan sempat molor sekitar satu jam dari jadwal yang ditetapkan pukul 10.00 wib, akhirnya 50 orang wakil rakyat di DPRD Riau sahkan  Ranperda RTRW Provinsi Riau tahun 2017 -2037 pada Senin (25/09/) dalam Rapat Paripurna DPRD Riau.

Ini disepakati dalam rapat Paripurna Penyampaian Laporan Hasil Kerja Pansus terhadap Raperda tentang RTRW Provinsi Riau tahun 2017 -2037 sekaligus Persetujuan Dewan dan Pendapat Akhir Kepala Daerah.

Wakil Ketua DPRD Riau, Sunaryo yang memimpin rapat paripurna mengetuk palu setelah anggota Panitia Khusus (Pansus) Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) Provinsi Riau, Suhardiman Amby menyampaikan laporan hasil kerja Pansus, dilanjutkan memberikan kesempatan anggota dewan untuk bertanya dan dijawab pihak Pansus.

Kemudian Pimpinan sidang meminta persetujuan pada seluruh anggota apakah disetujui atau tidak. Serentak Anggota Dewan yang hadir menyebutkan setuju dan disertai tepuk tangan yang riuh dari hadirin yang hadir.

Dengan pengesahan ini, artinya sudah ada progres positif dari tahapan tahapan RTRW Riau. Diharapkan pembangunan sudah lama tetunda dan mangkrak di Riau dapat di lanjutkan dan dikembangkan.

Meskipun sudah ada penetapan RTRW dari DPRD Riau, namun ini belum final terang Ketua Pansus RTRW Riau, Asri Auzar usai paripurna.

Asri menjelaskan bahwa apa yang disahkan tersebut masih bersifat pengusulan, atau holding zone, yang baru akan sah secara resmi menjadi RTRW Riau secara bertahap.

Namun karena statusnya sudah holding zone atau outline, maka paham yang masuk holding zone tersebut bisa dibangun, sembari menunggu lahan tersebut sah secara resmi. Setelah proses pengesahan Ranperda RTRW tersebut, tahapan selanjutnya adalah verifikasi di Kementerian Dalam Negeri, sekitar dua pekan lamanya.

Sebelumnya, DPRD Riau telah laksanakan paripurna pengesahan RTRW yang dijadwalkan Senin, 11 September 2017. Kemudian diundur dan mendapatkan hasil serupa, Rabu, 20 September 2017 dengan alasan bahwa paripurna tidak kuorum.

Menarik Lainnya Dari penulis yang sama