DPRD : Pekanbaru Harus Hidupkan Lagi Magrib Mengaji

Anggota Komisi III DPRD Kota Pekanbaru Tarmizi Muhammad meminta pemerintah setempat kembali menghidupkan program Kementerian Agama magrib dan sekolah wajib mengaji karena selama ini tidak berjalan maksimal.

“Marilah kita sukseskan program magrib dan sekolah mengaji karena ini kebijakan daerah kita,” kata Tarmizi Muhammad di Pekanbaru, Minggu(23/4).

Menurut Tarmizi Muhammad program magrib mengaji ini merupakan kebijakan dari pemerintah pusat dan sudah ditegaskan oleh daerah sebagai upaya guna membangun mental dan moral masyarakat terutama kaula muda dan anak-anak.

Lewat upaya ini generasi muda bangsa akan dibekali dasar agama yang kuat sehingga bisa menjadi penerus yang tangguh.

Bukan saja di rumah program mengaji juga dilakukan di sekolah, yakni setengah jam sebelum pelajaran dimulai.

Sebagai upaya menanamkan cinta agama sejak dini. Karena pelajar akan mendapatkan pendidikan agama sebelum mulai proses belajar mengajar.

“Sekolah mengaji dilakukan bagi pelajar sebelum memulai proses belajar mengajar dan sudah jadi salah satu kurikulum lokal,” terangnya.

Untuk itu guna membumikan program ini perlu dukungan semua pihak, keluarga, tokoh agama dan para guru.

“Harus ada peran serta dari semua pihak agar program ini dapat berjalan maksimal. Orang tua juga diminta untuk mengontrol dan mengawasi anak-anaknya agar pada waktu magrib tetap berada di rumah dan bisa mengaji,” ujarnya.

Ia juga menyoroti belakangan ini justru saat magrib warung internet (Warnet) yang beroperasi di Pekanbaru dipenuhi anak-anak dan kaula muda.

Kondisi ini menandakan bahwa pada waktu yang disarankan anak-anak dan para masyarakat beribadah malah digunakan bermain yang tidak pada tempatnya.

Ia juga menilai kini banyak warnet bermunculan di Pekanbaru. Ini jika tidak diatur dan diawasi sehingga berdampak bagi anak-anak usia sekolah yang menghabiskan waktunya di warnet dari sore hingga malam hari.

Karena itu ia meminta kerja sama semua pihak mulai dari pemerintah, masyarakat, dan pihak pengusaha warnet yang ada untuk ikut berperan dalam menjalankan dan memberi pengawasan agar jam operasional diatur dan dipatuhi. Agar ada ruang untuk menyukseskan program magrib mengaji.

Politisi Golkar ini juga mengimbau kepada pengusaha warnet untuk ikut berperan serta dengan cara tidak membuka usahanya pada saat magrib, agar anak-anak usia sekolah yang memenuhi warnet dapat melaksanakan magrib mengaji.

“Pengusaha warnet hendaknya tidak membuka usahanya saat jam magrib karena dengan cara inilah anak-anak usia sekolah yang biasanya berada di warnet dapat berada di rumah dan melaksanakan magrib mengaji,” tambahnya. (Antara)

Menarik Lainnya Dari penulis yang sama