DPP Partai Golkar Dinilai Memaksakan Incumbent Maju Pilkada Riau Padahal Elektabilitas Andi Jeblok

DPP Golkar Riau telah memberikan rekomendasi untuk mengusung selaku Gubernur Riau dan Ketua DPD Golkar Riau. Hasil rapat kerja daerah (rakerda) akhir pekan lalu juga menginginkan kader Golkar bulat mendukung Andi Rachman. Padahal hasil survei dari partai berlambang Pohon Beringin, elektabilitas pria yang lebih akrab disapa Andi Rahman jeblok.

Pengamat politik dari Fisipol Universitas Riau, Saiman Pakpahan menilai putusan Golkar mengusung Andi Rahman hanya berdasarkan dua faktor. Pertama karena dia menjabat Gubernur Riau dan yang kedua, dia menjabat Ketua DPD I Partai Golkar Riau.

Menurutnya popularitas Andi Sampai saat ini tidak menjual ke masyarakat, masalahnya Andi Rahman saat Pilkada Riau sebelumnya hanya berada di posisi wakil. Pada Pilkada 2013-2018 Andi hanya di posisi cadangan. Masyarakat tidak mengenal dia. Sosok Annas Maamun lah yang kemarin bertarung dan dipilih oleh rakyat. Saat Annas Maamun, terjerat kasus hukum baru Andi mendapatkan jabatan posisi gubernur.Adapun alasanya kata dia lantaran kinerja gubernur selama menjabat belum dirasakan oleh masyarakat Riau sepenuhnya seperti infrastruktur.

“Masyarakat kecewa atas pembangunan di Riau sejak dipimpin Andi Rahman. Ini realita. Hasil survei juga sudah menunjukan itu (elektabilitas Andi menurun). Masyarakat membutuhkan figur yang bisa memajukan daerahnya dan tentunya tidak terlibat masalah hukum terutama kasus korupsi,” kata dosen Fisipol dari Universitas Riau, Selasa (26/09/17).

Karena kurang diminatinya sosok yang diusung, Golkar harus mencarikan pendamping Andi figur yang menjual. “Sosok wakil nantinya harus kuat, harus dikenal rakyat. Karena jika hanya mengandalkan Andi Rahman, saya yakin Golkar akan kalah di Riau,” ucapnya.

Dimana pada Agustus 2017 Golkar melakukan survei internal dan juga menggunakan dua lembaga survei swasta. Dua lembaga survei yang digunakan yakni Lingkaran Survei Indonesia (LSI) dan Indo Barometer turun ke Riau.

Ini dilakukan untuk mencari kandidat yang dipilih rakyat dari Partai Golkar di Pilkada Riau. Hasil survei menunjukan kandidat terkuat adalah mantan Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT), Lukman Edy yang merupakan sosok di luar Golkar.

Di posisi kedua adalah dari kader Golkar. Dia adalah Ketua DPD II Golkar Pelalawan, HM Harris, disusul Bupati Siak Syamsuar (Ketua DPD II Partai Golkar Siak). Sementara Andi selalu dalam kondisi tidak memuaskan. Tingkat kepuasan rakyat Riau terhadap kinerja Pemrprov, sangat rendah. Indo Barometer menilai ini ‘berbahaya’ pencalonan Andi Rachman di Pilgubri mendatang.

Menarik Lainnya Dari penulis yang sama