Ditanya Mengenai Pernyataan Sukmawati Yang Di Anggap Menistakan Agama, Rois Syuriah PBNU Sebut ‘’Nggak Ada Masalah’’

Beberapa waktu yang lalu Sukmawati Soekarno Putri kembali dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas dugaan penistaan agama terkait ucapannya yang membandingkan Soekarno dengan Nabi Muhammad SAW serta membandingkan Al-Quran dengan Pancasila.

Menanggapi peristiwa ini, Rois Syuriah PBNU M Mustofa Aqil Siradj memberikan komentar yang berbeda perihal kasus yang sedang dihadapi oleh Sukmawati ini. Mustofa menilai Sukmawati mungkin sedang tidak sadar pada saat berbicara.

“Mesti tanya, ketika itu nggak sadar tidak gitu aja. Barangkali ngomongnya nggak sadar barangkali, barangkali ngomongnya lagi tidur barangkali, mungkin,” ujar Mustofa di DPP PPP, Jl Diponegoro Nomor 60, Jakarta Pusat, Minggu (17/11) kemarin.

Mustofa  juga sempat mengatakan bahwa, siapapun tidak bisa membandingkan Nabi Muhammad SAW dengan Soekarno termasuk anak atau putri Bung Karno sendiri.

“Ya siapapun apalagi beliau seorang yang dewasa. Siapapun tidak bisa dong dibandingkan, Nabi Muhammad dengan Soekarno mau gimana,” kata Mustofa.

Namun Saat ditanya mengenai pernyataan Sukmawati, apakah hal tersebut termasuk sebagai penistaan agama, Mustofa malah mengatakan hal tersebut tidaklah menjadi suatu masalah. Ia beranggapan perbandingan itu dikarnakan  ketidaktahuan orang yang mengatakannya.

“Nggak ada masalah. Orang nggak ngerti nggak apa-apa, orang nggak tau mau ngomong silahkan. Udah nggak apa-apa,” tuturnya.

Sukmawati dilaporkan atas dugaan penistaan agama sesuai dengan Pasal 156a KUHP juncto Pasal 28 ayat (2) UU ITE. Namun ia sendiri membantah jika dikatakan menistakan agama terkait ucapannya yang menyinggung Nabi Muhammad SAW, Ia berdalih bahwa dia menyebut Nabi Muhammad dan Sukarno memiliki derajat yang berbeda yang tidak bisa dibandingkan, ia juga mengakui memiliki kecintaan terhadap Rasul.

“Saya kira apa yang saya bicarakan, apa yang saya ucapkan di forum FGD Humas Polri itu dengan judulnya–kan kamu tahu ya–itu sama sekali tidak ada maksud itu. Saya cinta kok para nabi, kok jadi dianggap menistakan agama?” ucap Sukmawati.

Menarik Lainnya Dari penulis yang sama