Bersimbah Darah, Haryawan Jadi Korban Kekerasan Oknum Aparat Polda Metro Jaya

Haryawan seorang wartawan Sinar Pagi menjadi korban kekerasan oleh sekawanan oknum aparat kepolisian di Polda Metro Jaya, Senin malam (30/9).

Peristiwa ini terjadi saat Haryawan melihat ada keramaian anggota polisi yang sedang dalam keributan, Kemudian di saat itu dia langsung mengambil gambar video.

“Tapi begitu baru beberapa saat ambil video mereka bentak saya, “ambil gambar yah?” Saya bilang saya wartawan dari Sinar Pagi yang ngepos di Polda Metro Jaya sini. Tapi tetap saja mereka minta dihapus,” katanya Selasa (1/10).

Dalam kondisi terdesak dan dipaksa Haryawan menghapus video yang telah direkamnya. Namun apa yang terjadi, saat sedang berusaha menghapus video yang direkamnya, sejumlah kawanan oknum polisi memukulnya membabi buta secara berutal hingga darah keluar mencucur dari kepala dan mata kanannya.

“Mereka memukul saya beramai-ramai. Mukul dari belakang, jenggut rambut saya, tonjok kenceng-kenceng, mata saya sebelah kanan sampai darah mengucur,” ceritanya.

Haryawan kemudian berusaha lari ke arah Humas Polda Metro Jaya untuk mendapatkan pertolongan.

“Untuk sementara demikian, karena kepala senut-senut, mata kanan darah masih netes-netes. HP dan kunci motor saya juga hilang,” katanya, Selasa (1/10).

Menarik Lainnya Dari penulis yang sama