Menekan Angka Penyalahgunaan Narkoba, BNNP Riau Berharap Kawasan Yang Rawan Narkoba Berubah Menjadi Daerah Wisata

Disepanjang tahun 2019, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Riau mengungkapkan telah melakukan bermacam upaya termasuk pencegahan untuk menekan angka kejahatan penyalahgunaan narkoba semaksimal mungkin.  Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan Upaya pemberantasan sampai dengan 600 persen ditahun 2019.

Menurut keterangan Kepala BNNP Riau, Brigjen Pol Untung Subagyo, dengan adanya peningkatan angka yang signifikan ini, hal tersebut membuktikan bahwa BNNP Riau tidak pernah main-main dalam memberantas penyalahgunaan narkotika di Bumi Lancang Kuning ini. ia berharap dengan adanya bermacam kegiatan yang dibuat oleh pihak BNN dan pemerintah setempat terkait untuk pencegahan penyelahgunaan Narkoba bisa disertai antusias oleh masyarakat sehingga hal ini bisa bermamfaat secara maksimal.

“Kita melakukan pelatihan-pelatihan kepada masyarakat, kita juga berikan sertifikat dengan harapan kawasan narkoba itu bisa dirubah pelan-pelan sebagai daerah wisata. Tentunya itu tidak mudah, namun paling tidak ada upaya-upaya lebih baik yang sudah kita lakukan bersama,” ujarnya saat didampingi sejumlah anggota BNNP Riau, Senin kemari, (30/12).

“Sebenarnya target kita di 2019 ini hanya 25 berkas. Tapi kita tidak berhenti untuk terus mengungkap sehingga over penyelidikan dan penyidikan, dengan jumlah berkas mencapai 72 berkas. Artinya, ini kita lakukan untuk membuktikan jika pemberantasan narkoba di Riau tidak main-main. Hal itu karena tindak pidana narkoba tidak akan pernah pudar dan akan terus menjadi prioritas kami, sambungnya.

Selain itu, Brigjen Untung  juga membeberkan bahwa  secara kuantitas, ada terjadinya penurunan terhadap angka penyalahgunaan narkotika di Provinsi Riau selama tahun 2019 sebanyak 1,4 persen dibandingkan dengan tahun 2018 yang lalu. Namun secara kualitas mengalami sedikit kenaikan.

“Jika secara kualitas naik, itu karena kejahatan narkotika memang sulit untuk diberantas 100 persen, sehingga perlu dukungan dari semua lapisan masyarakat dan stakeholder terkait untuk mencegahnya,” tegasnya.

Jenderal bintang satu tersebut juga menjelaskan bahwa pihaknya saling bersinergi dengan pemerintah setempat untuk melakukan upaya pencegahan dan pemberdayaan masyarakat terhadap penyalahgunaan Narkoba. Dan Selama 12 bulan sepanjang  tahun 2019 ini pula pihaknya sudah melakukan penangkapan terhadap 72 tersangka yang terdiri dari 66 laki-laki dan 6 perempuan. Serta turut berhasil menyita barang bukti  sebanyak 112,6 kilogram sabu-sabu, 61.053 butir pil ekstasi dan 9,33 kilogram daun ganja.

Menarik Lainnya Dari penulis yang sama