Anas Maamun Tak Bisa Bernafas Lega, Grasi Jokowi Disambut Petaka

Setelah permohonan untuk mendapatkan grasinya diterima oleh Presiden Jokowi, Anas Makmun berharap bisa bernafas lega untuk beberapa waktu kedepan karna hukumannya yang semula adalah 7 tahun kini dikurangi 1 tahun sehingga dengan masa hukuman yang sudah dijalani sebelumnya maka Anas diagendakan akan kembali menghirup udara bebas ditahun dapan.

Namun sayang beribu sayang, bak jatuh tertimpa tangga, begitulah pepatah lama mengatakan, sepertinya Anas harus membuang jauh harapan indahnya tersebut. Ternyata Annas masih berstatus tersangka pada kasus korupsi yang lain di KPK dan hal itu kini sedang dalam proses penyidikan, seperti yang dijelaskan oleh Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Jumat (29/11).

“Ya, masih ada satu perkara yang bersangkutan yang sedang kami tangani di tahap penyidikan,” kata Febri.

Febri juga mengatakan bahwa proses penyidikan untuk kasus ini sudah hampir selesai dan KPK berupaya agar kasus ini segera disidang.

“Penyidikannya sudah hampir selesai. Tadi saya cek ke tim, telah dilakukan pelimpahan perkara tahap 1 dari penyidik ke penuntut umum. Berikutnya semoga dalam waktu tidak terlalu lama dugaan korupsi pemberian suap untuk sejumlah anggota DPRD Provinsi Riau ini bisa masuk ke pelimpahan tahap 2, dan kemudian diproses di persidangan,” ujarnya.

Kasus yang dimaksud adalah dugaan pemberian suap kepada anggota DPRD Riau saat itu, yaitu, A Kirjauhari, terkait pembahasan RAPBD tahun 2014 dan RAPBD tambahan tahun 2015 Provinsi Riau. Annas dijerat dengan Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Menarik Lainnya Dari penulis yang sama