6 Kesalahan Saat Berlari yang Wajib Dihindari

Untuk meraih manfaat kesehatan yang optimal dari rutin berlari, ada banyak hal yang patut Anda perhatikan. Sebisa mungkin hindari enam kesalahan saat lari berikut ini.

1. Persiapan yang tidak matang

Banyak orang yang mengira bahwa kalau mau berlari, Anda tinggal berlari saja tanpa berpikir dua kali. Ini bisa memicu cedera dalam jangka panjang. Pemanasan sebelum lari itu penting. Melewatkan pemanasan dapat menyebabkan nyeri lambung atau tegang otot dalam beberapa waktu awal sejak mulai lari, dan ini akan mengurangi motivasi. Baik otot dan aliran darah Anda membutuhkan pemanasan untuk berfungsi dengan benar, terutama jika Anda akan lari selama lebih dari satu jam.

2. Mulai terlalu cepat

Beberapa orang mulai dengan santai, sementara lainnya berlari secepat kilat bak Usain Bolt. Ini kesalahan saat lari yang juga paling umum. Otot Anda, meski sudah disantaikan dengan pemanasan, masih memerlukan waktu untuk menyesuaikan dengan kecepatan lari. Gerakan ekstrem yang tiba-tiba akan menyebabkan cedera.

3. Tidak minum

Tidak mencukupi asupan cairan sebelum, selama, dan setelah berlari adalah kesalahan saat lari yang umum di antara para pelari. Jika Anda berencana untuk lari lebih dari 30 menit, maka air diperlukan untuk mencegah dehidrasi. Beberapa orang berpikir bahwa menyempatkan minum saat lari akan menyebabkan sakit perut atau hanya buang-buang waktu, tetapi dehidrasi adalah masalah yang lebih besar. Kehilangan cairan dalam jumlah besar selama jangka waktu panjang menyebabkan pusing atau bahkan pingsan.

4. Pola makan yang buruk

Kelaparan setelah lari adalah hal yang wajar karena tubuh menguras begitu banyak tenaga secara terus-menerus. Tapi jangan terbutakan nafsu. Tidak memedulikan apa yang Anda makan adalah keputusan yang buruk. Ini akan membatalkan semua hal baik yang telah Anda lakukan terhadap tubuh Anda, dan menjadikannya sia-sia. Asupan kalori berlebih justru akan membuat Anda kesulitan menjaga ketahanan tubuh dan ritme berlari Anda di waktu selanjutnya.

5. Kurang tidur

Kebanyakan orang saat ini tidak cukup tidur, dan ini sudah cukup buruk, tetapi para pelari sangat membutuhkan tidur yang cukup. Mereka mungkin bisa mengatasi kurang tidur lebih baik daripada orang normal karena mereka lebih sehat, tetapi menjadi seorang pelari berarti Anda menuntut tubuh Anda untuk melakukan hal yang lebih. Saat tidur, tubuh menghasikan hormon pertumbuhan yang membantu dalam proses pemulihan. Cobalah untuk pantau rutinitas waktu tidur Anda dan menaatinya karena ini akan membuat Anda menjadi pelari yang lebih baik.

6. Mengabaikan rasa sakit

Sedikit pegal linu setelah berlari adalah hal yang wajar, terutama jika ini adalah kali pertama Anda untuk mencobanya. Tapi jangan hiraukan rasa sakit yang berlangsung selama lebih dari 3 hari. Apapun dapat terjadi jika Anda mengabaikan cedera ringan dengan berpikir bahwa kompres es atau minum ibuprofen saja dapat mengobati cedera yang berkepanjangan belum lagi memaksakan diri Anda untuk bertahan dari rasa sakit tersebut. Ini tentunya akan membuat kondisi Anda semakin parah. Rasa sakit adalah peringatan bahwa ada yang salah dengan tubuh Anda dan beristirahat sejenak dari lari adalah solusi yang paling aman.

Meskipun masih ada banyak lagi kesalahan saat lari selain yang disebutkan di atas, memperhatikan kebiasaan apa yang Anda miliki saat ini adalah langkah pertama untuk melakukan perubahan besar. Jika Anda melakukan hal yang tepat, maka Anda akan siap untuk berlari.

Menarik Lainnya Dari penulis yang sama